Bagaimana Sih Cara Menghitung KPR? Gunakan Saja Alat Simulasi KPR! - Ecoffest

Ecoffest

Blogger Indonesia

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

Kamis, 20 Desember 2018

Bagaimana Sih Cara Menghitung KPR? Gunakan Saja Alat Simulasi KPR!


Rumah adalah tempat tinggal yang dibutuhkan oleh semua orang. Memang ada sebagian yang memilih tinggal di apartemen, tapi kepemilikan rumah tentu mempunyai kelebihan tersendiri. Terutama bila dilihat sebagai penyokong atau investasi masa depan. Namun, membeli rumah tidaklah semudah yang dibayangkan. Apalagi harganya terus melambung setiap tahun. Sehingga bagi kamu yang ingin membeli rumah harus memutar otak supaya tetap bisa mendapatkan kepemilikannya.

Daripada membeli rumah secara tunai, lebih baik gunakan sistem KPR (Kredit Pemilikan Rumah). KPR adalah layanan pinjaman yang diberikan oleh lembaga keuangan (biasanya Bank) untuk membeli rumah, kemudian sang peminjam harus membayar angsuran per bulannya sesuai kesepakatan. Rumah tersebut dijadikan sebagai jaminan pembayaran kewajiban. Tapi, sebelum kamu mengajukan KPR pada Bank, sebaiknya hitung dulu perkiraan pembayaran setiap bulannya. Bagaimana caranya? Gunakanlah kalkulator simulasi KPR rumah seperti ini, dan inilah penjelasannya.
Bagaimana Sih Cara Menghitung KPR? Gunakan Saja Alat Simulasi KPR!
Ilustrasi
Tentang Kalkulator Simulasi KPR
Kalkulator penghitungan KPR rumah ini sangat berguna untuk mengetahui berapa banyak cicilan yang harus kamu bayarkan kepada Bank setiap bulannya. Kamu bisa mencarinya di mesin pencarian seperti Google. Cukup masukkan kata kunci kalkulator simulasi KPR, maka hasilnya langsung keluar. Biasanya yang menyediakan fitur ini adalah portal – portal website properti. Setelah mengetahui estimasinya, kamu pun bisa mengambil keputusan apakah akan mengambil KPR dalam waktu dekat atau tidak.

Mengapa harus menggunakan kalkulator KPR? Apakah tidak bisa dihitung secara manual? Tentu saja bisa. Tapi, kamu harus memahami rumus – rumus penghitungannya, karena sedikit membingungkan. Apalagi kalau kamu sama sekali tidak tahu hal mengenai perbankan. Proses perhitungan secara manual pun cukup panjang, sehingga kamu akan menghabiskan waktu terlalu banyak. Maka, lebih baik menghitungnya menggunakan kalkulator KPR bukan? Hasilnya pun akan keluar secara otomatis, setelah kamu menginput angka – angka yang dibutuhkan.

Penghitungan dengan kalkulator simulasi KPR rumah ini berbeda – beda pada setiap portal. Sebab ada yang menggunakan rumus bunga fixed/flat (tetap), dan ada yang menggunakan rumus bunga annual. Sebaiknya kamu membuka beberapa website dengan rumus bunga yang tidak sama, supaya kamu sendiri bisa membandingkan seberapa besar angsuran dan bunga yang dibayarkan. 

Cara Penghitungan Cicilan KPR dengan Kalkulator Simulasi KPR 

Berikut adalah langkah – langkah penghitungan yang harus kamu perhatikan :

1. Mengetahui Harga Rumah
Cara yang pertama adalah memastikan diri bahwa kamu mengetahui harga rumah yang diincar. Misalnya kamu telah melihat iklan penjualan rumah di suatu media, biasanya harga rumah langsung tertera di sana. Namun bila kamu belum menemukannya, segera hubungi kontak yang ada di media tersebut untuk menanyakan berapa harga rumah yang dibanderol. Dalam penghitungan kalkulator nanti kamu akan disuruh mengisi harga rumah yang belum dikurangi dengan uang muka dan sebagainya.

2. Down Payment (DP)
Setiap rumah yang dibeli dengan sistem tunai maupun KPR, pasti dibutuhkan DP sebagai jaminan. Ketentuan besarnya uang muka biasanya ditentukan oleh Bank. Tapi umumnya, DP yang harus dibayarkan sebesar 30% dari harga rumah. Ada portal website yang menyediakan kolom uang muka dan ada yang tidak. Bila kebetulan kamu menemui website yang disediakan kolom uang muka, maka kamu tinggal mengisinya saja. Tapi kalau tidak, kurangkan total harga rumah dengan uang muka terlebih dahulu, untuk menandakan jumlah pinjamanmu kepada Bank.

3. Suku Bunga
Cara selanjutnya adalah memasukkan besaran suku bunga yang berlaku saat ini. Suku bunga bentuknya adalah persentase dan penerapannya berbeda – beda pada setiap bunga. Sedangkan jenis suku bunga yang berlaku juga bervariasi. Baik itu yang fixed (tetap) atau floating (berubah – ubah). Bila kamu ingin mengetahui tingkat suku bunga pasti yang ada pada setiap Bank, coba carilah terlebih dahulu melalui internet.

4. Jangka Waktu Angsuran (Tenor Waktu)
Yang terakhir adalah dengan mengisi jangka waktu angsuran atau tenor yang dipilih. Biasanya pilihan untuk jangka waktu KPR antar 5 – 30 tahun. Semuanya tergantung dengan kebutuhan masing – masing orang. Kamu bisa coba mengubah tahunnya untuk membandingkan berapa besar cicilan tiap bulannya. Semakin lama jangka waktu yang dipilih, maka akan semakin kecil pula jumlah cicilan per bulan. Tapi total bunga yang dibayarkan justru semakin tinggi. Hati-hati jangan terjebak.

Contoh Penghitungan Simulasi KPR Rumah dengan Kalkulator

Agar kamu lebih jelas menghitungnya, mari kita jajal sebuah kasus. Misalkan kamu sedang mengincar sebuah rumah dengan harga  400 juta rupiah. DP yang harus dibayarkan dalam tempo tertentu adalah 20%. Sedangkan bunga yang berlaku adalah fixed/flat (tetap) sebesar 8% per tahun. Jangka waktu pembayaran yang kamu pilih adalah 20 tahun. Dari persoalan tersebut, berarti jumlah pinjaman yang akan kamu ajukan ke Bank adalah sebesar 400 juta rupiah – (20% x 400 juta) = 320 juta rupiah.

Berdasarkan hasil dari perhitungan kalkulator, maka biaya cicilan per bulan yang harus dibayarkan sebesar 2.676.608. Lalu bagaimana jika suku bunga yang berlaku adalah floating? Katakan saja pada lima tahun pertama suku bunga yang berlaku seperti contoh di atas, yaitu 8%. Sedangkan tahun keenam suku bunganya berubah menjadi 9,25%. Maka, dari hasil penghitungan kalkulator, cicilan yang harus kamu bayar mulai tahun keenam adalah sebesar 2.930.774. Selisihnya pun cukup banyak, hampir 300 ribu rupiah.

Sekarang coba ubah jangka waktu peminjamannya menjadi 15 tahun. Bila suku bunga yang digunakan masih yang fixed rate seperti di atas, maka hasil perhitungan akhirnya adalah kamu harus membayar cicilan per bulan sebanyak 3.058.087. Kamu bisa membandingkannya sendiri bukan perihal jumlah angsurannya yang lebih besar?

Untuk total nominal bunga selama peminjaman berarti 3.058.087 x 180 bulan = 550.455.660. Lalu, bila jangka waktunya 20 tahun, maka total nominal bunga yang telah dibayarkan adalah 2.676.608 x 240 bulan = 642.385.920. Hasil ini membuktikan bahwa semakin lama jangka waktu yang dipilih, maka semakin tinggi pula total bunga yang dibayarkan. 

Jenis Perhitungan Bunga yang Berlaku

Jadi, kesimpulannya adalah perhitungan suku bunga yang berlaku ada 3 jenis. Yaitu :

1. Fixed/Flat Rate (Bunga Tetap)
Yang pertama adalah perhitungan bunga tetap yang suku bunganya didapatkan berdasarkan pokok pinjaman awal. Suku bunga tetap ini berakibat pada pembayaran cicilan yang jumlahnya tetap sama setiap bulannya. Berarti, ketika setelah perhitungan, cicilan yang harus dibayar sejumlah 2 juta rupiah, maka seterusnya tetap sama sampai jangka waktu pinjamannya selesai. Penerapan suku bunga tetap ini untuk layanan KPR biasanya dilakukan oleh bank syariah.

2. Bunga Efektif
Kemudian adalah bunga efektif. Sistem ini sangatlah berbeda dengan fixed rate. Sebab perhitungannya mengacu pada jumlah bunga per bulan. Cicilan pokok per bulan sudah ditentukan dengan nominal yang sama, akan tetapi nominal bunganya memiliki perbedaan yang umumnya semakin kecil setiap bulannya. Bunga yang semakin kecil ini akan berpengaruh pada jumlah cicilan yang juga semakin berkurang. 

Misalnya, kamu mempunyai hutang sejumlah 10 juta rupiah, yang bunga efektifnya adalah 12% per tahun. Kemudian cicilan pokok ditentukan sebesar 1 juta rupiah per bulan. Maka perhitungannya adalah :
  • Bunga bulan pertama 10 juta x 1% = 10 ribu. Cicilan bulan pertama sejumlah 1,1 juta rupiah.
  • Bunga bulan kedua 9 juta x 1% = 90 ribu. Cicilan bulan kedua sejumlah 1,09 juta rupiah.
  • Bunga bulan ketiga 8 juta x 1% = 80 ribu. Cicilan bulan ketiga sejumlah 1,08 juta rupiah, dan begitu seterusnya.

3. Floating Rate (Bunga Berubah – Ubah)
Suku bunga ini tidak dapat dipastikan besarannya. Sebab bergantung pada kondisi ekonomi ataupun suku bunga pasar. Kalau suku bunga pasarnya sedang naik, berarti suku bunga pinjaman juga ikut naik. Biasanya bank konvensional yang menerapkan sistem ini.

Seperti itulah kira – kira perhitungan simulasi KPR rumah dengan menggunakan kalkulator. Daripada kamu bingung menghitung suku bunga secara manual, lebih baik manfaatkan adanya fitur kalkulator tersebut. Sehingga pada akhirnya kamu bisa menentukan apakah penghasilanmu mampu mencukupi ketika mengambil KPR rumah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad